Transparan  News
18 September 2018

Kejari Labuhanbatu “Bungkam” Terkait Perkembangan Laporan Masyarakat

Anto Baho
TransparanNews, LABUHANBATU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Labuhanbatu “bungkam” dan diduga abaikan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal itu dikatakan MT (50) warga Labuhanbatu yang ikut serta melaporkan adanya dugaan Korupsi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu untuk item belanja anggaran Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan nilai anggaran Rp.33.336 Miliar yang bersumber dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) TA.2017.
 
Menurut MT, sejak dilaporkan pada tanggal 2-4-2018 lalu, pihak kejaksaan sudah melakukan pemanggilan kepada 10 orang oknum Pejabat Dinas Kesehatan, namun sampai sekarang ini tidak ada keputusan atau kesimpulan yang dilakukan pihak Kejari terkait kasus dugaan korupsi tersebut. 
 
“Pemanggilan tersebut silih berganti dan langsung dilakukan Pemeriksaan terhadap 10 orang tersebut. Ironisnya, hasil dari pemeriksaan 10 orang oknum pejabat PNS Dinas Kesehatan oleh Kejari, sampai saat ini, sudah tiga (3) bulan berjalan, tidak jelas apa hasilnya pemanggilan dan pemeriksaan dimaksud,” ucap MT.
 
Lanjutnya menerangkan, bahwa bukti surat laporan/pengaduan tersebut diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu itu tertanggal 2-4-2018 atas penerima Nila Nirwana SH dan dicap Stempel Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu. Sebagai pelapor MT mengungkapkan kekesalannya terhadap prilaku dan sikap yang ditunjukkan Kajari Labuhanbatu, Satyo Pranoto SH MH atas kinerjanya sebagai Lembaga Penegak Hukum.
 
“Seharusnya Kajari memberikan kami ruang dan waktu untuk memberikan penjelasan beserta jawaban kepada kami sebagai pemberi laporan, sesuai UU 31 tahun 1999 dimaksud tersebut. Bukan sebaliknya, Kajari Satyo Pranoto SH MH dengan Kasi Intel M Junaidi SH, tidak mau menanggapi dan enggan menjawab konfirmasi kami tentang kaitan laporan serta hasil dari pemanggilan dan pemeriksaan 10 orang oknum pejabat Dinkes Labuhanbatu tersebut”, ucapnya MT dengan kecewa. (Syaiful)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *