Transparan  News
4 Desember 2018

Ketua DPRD PALI, Tinjau Proyek Irigasi Bermasalah

Saut Manullang

 

PALI,Transparan News, PALI – Di karenakan adanya pemberitaan dan laporan masyarakat, tentang proyek bermasalah, Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, langsung turun ke lokasi pengerjaan proyek irigasi, di Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(Pali).

Seperti diketahui pada pe‌mberitaan di media ini sebelumnya,ada proyek yang dikerjakan PT Bahana Pratama Kontruksi yang pekerjaannya tidak melibatkan masyarakat setempat ,maupun pemerintah setempat untuk menempatkan titik nol bangunan irigasi tersebut akibatnya, kebun dan persawahan warga rusak terkena pekerjaan proyek tersebut.

Ketua DPRD Kab. PALI, Drs H Soemarjono dan Ketua Komisi II DPRD Kab. PALI, H. Amran, SH, yang membidangi pengawasan dan pembangunan, bersama dengan Anggota DPRD, Sudarmi menjadi kaget dan akan segera memanggil pihak kontraktor,katakan H. Amran, SH di Balai Desa Benakat Minyak.

Di jelaskanya sebagai anggota dewan, dirinya juga tidak mengetahui adanya proyek tersebut.”Jangan seperti ini, tau-tau ada pengerjaan proyek, jangankan masyarakat dan pemerintah desa, kami sebagai dewan saja tidak mengetahuinya”kata Amran dengan nada kesal, Selasa, (04/12).

Ketua DPRD Pali,H. Soemarjono yang juga ikut turun ke lokasi Proyek Irigasi Di Desa Benakat Minyak, bahwa ia datang untuk mengecek laporan dan keluhan masyarakat di Desa Benakat Minyak yang mengatakan bahwa ada bangunan irigasi sawah yang meresahkan masyarakat, yang menelan dana hampir 5 miliar rupiah yang hanya untuk 7 kepala keluarga ini”kalau irigasi Rp 5 Miliar hanya untuk 7 keluarga, itu tidak masuk akal, saya datang ke lokasi dan cek ternyata benar adanya pekerjaan itu Proyek Irigasi”jelas,K ketua DPRD Pali.Drs.H.Soemarjono, ia menerima informasi dari kepala desa dan perangkat desa, masyarakat dan pemerintah desa memang tidak pernah diajak bicara oleh pihak perusahaan dan dinas terkait soal irigasi tersebut.

Menurutnya, pekerjaan irigasi itu timbul mungkin karena adanya proposal dari masyarakat dan cara pengelolaan pemerintahan usulan masyarakat itu,j jelasnya.semestinya seharusnya diketahui kepala desa,jika mau membuat proposal, supaya legal harus diketahui kepala Desa, jika ada kejadian masalah seperti ini kami cukup berkoordinasi dengan kepala desa, Jelas,Ketua DPRD Pali.

Lebih jauh ia mengatakan, sebenarnya irigasi ini bagus dan sangat membantu, cuma masalahnya setelah di seberang sana kenapa irigasinya tidak nyambung, itu yang perlu saya tanyakan, mengapa langsung kehilir, padahal sudah ada badan aliran, kiri kanan sawanya bagus-bagus.

“Kalau saya berpendapat secara umum, proyek ini sangat bermanfaat bagi petani disini, yang menjadi pertanyaan masyarakat, di hulunya itu tidak ada sumber air dan tidak ada embung”, terangnya (Tim/Hery)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *