Transparan  News
18 September 2018

Lewat 14 Hari Kerja, Ombusdman RI Akan Panggil Kepala Daerah Kota Bekasi

Anto Baho
TransparanNews, JAKARTA – Penghentian pelayanan publik Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi pada tanggal 27 Juli 2018 telah diperiksa Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya dan ditemukan Maladministrasi. Untuk perbaikan Maladministrasi tersebut, dalam Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Jaya Raya menyampaikan sejumlah tindakan korektif yang harus dilakukan oleh Kepala Daerah Kota Bekasi yang saat itu dijabat oleh Pejabat Walikota dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku wakil Pemerintah Pusat di Daerah. Tindakan korektif yang dimintakan kepada para atasan pejabat Pemkot Bekasi yang dinyatakan melakukan tindakan Maladministrasi tersebut adalah berupa pemberian sanksi kepada yang bersangkutan, dan harus dilaksanakan dalam 30 hari sejak penyerahan LAHP pada tanggal 15 Agustus 2018.
 
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho menyampaikan bahwa pada tanggal 24 Agustus 2018 Pejabat Walikota Rudi telah mengirimkan surat pemberitahuan tentang rencana pembentukan tim yang akan menindaklanjuti LAHP tersebut. Tim tersebut akan diisi oleh Sekda Pemkot Bekasi dengan melibatkan pihak Pemerintah Provinsi Jabar, BKN, dan Kemenpan RB. Sejak saat itu pihak Kepala Daerah Kota Bekasi belum memberikan informasi lainnya terkait tindaklanjut pembentukan Tim tersebut. 
 
“Sejak pergantian Pejabat Walikota Kepala Daerah Kota Bekasi dari Rudi Gandakusuma ke Toto M Toha, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya belum mendapat informasi tentang pelaksanaan tindakan korektif yang telah disampaikan oleh Pejabat Walikota sebelumnya. Mengingat, tindakan korektif yang disampaikan di dalam LAHP tersebut ditujukan kepada ex-officio Pejabat Walikota sebagai Kepala Daerah, kewajiban pelaksanaannya melekat pada Jabatan tersebut,” ujar Teguh kepada transparannews.com, Senin, (17/9) melalui pesan WA nya. 
 
Katanya, setelah berlalunya masa tenggang selama 30 hari, yang berakhir pada tanggal 15 September 2018, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya akan meminta penjelasan tertulis mengenai hasil kerja Tim yang dibentuk Pejabat Walikota, serta meminta perkembangan pelaksanaan LAHP. Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya memberikan tenggat 14 hari kerja kepada atasan para Terlapor yaitu Kepala Daerah Kota Bekasi untuk menjawab pokok tindakan korektif sebagaimana tertuang dalam LAHP. 
 
“Jika dalam masa tersebut hal ini tidak dipenuhi, Ombudsman RI akan memanggil Kepala Daerah Kota Bekasi guna diminta keterangan tentang tindaklanjut LAHP. Teguh menuturkan bahwa tindakan korektif ini penting dilakukan agar tidak terjadi preseden penghentian layanan publik oleh ASN kapanpun dan dimanapun dengan alasan apapun kecuali sakit atau force Majure,” tegasnya. 
 
Panggilan tersebut untuk memastikan bahwa pokok tindakan korektif telah dilaksanakan guna melindungi kepentingan publik dan perbaikan pelayanan publik di Pemerintah Kota Bekasi. Apabila ternyata saran dan arahan LAHP tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya,   maka tidak tertutup kemungkinan statusnya dapat ditingkatkan menjadi Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia. 
 
Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya dalam mengemban tugas dan kewenangan senantiasa mengedepankan tindakan persuasif walaupun dapat menggunakan Hak Panggil Paksa sesuai dengan pasal 31 UU no 37 tahun 2008, 
“Dalam hal terlapor dan saksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf a telah dipanggil tiga kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah, Ombudsman dapat meminta bantuan Kepolisian untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa,” jelas Teguh.
 
Terkait hal tersebut, Teguh berharap Kepala Daerah Kota Bekasi bersikap kooperatif demi memastikan terpenuhinya hak warga Kota Bekasi dalam mendapatkan pelayanan publik sesuai standar pelayanan yang berlaku. Namun terkait pengangkatan Pj Sekda, Ombusdman (Dalam hal ini, Teguh sebagai Kepala Perwakilan) seperti enggan untuk memberikan tanggapan, karena sebelumnya transparannews meminta tanggapannya.  (Anto)
 
 
 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *