Transparan  News
21 November 2017

Mabes Polri Harus Terbuka Dugaan Izasah Palsu Walikota Bekasi

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Suasana persaingan jelang Pilkada Bekasi 2018 sudah mulai terasa. Berbagai isu panas terus mewarnai keberadaan para kandidat calon walikota, saat ini. Salah satunya isu yang menghampiri calon walikota Bekasi dari Partai Golkar, sang petahana Rahmat Effendi.

Pria yang akrab disapa Pepen itu seakan tak pernah sepi dari pemberitaan, tak terkecuali isu-isu miring seputar dirinya. Setelah isu Kartu Sehat Bekasi(KSB) berbasis NIK yang dianggap publik sebagai pencitraan, kini Pepen kembali diterpa isu dugaan ijazah palsu yang dulu sempat heboh di pemberitaan, sebelum akhirnya dihentikan penyidikannya oleh pihak kepolisian (SP3).

Ketua Bidang Litbang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Indonesia Berdaya (RIB), Uyun Saeful Yunus mengatakan, kebenaran perihal kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan petahana, telah ditutup-tutupi oleh oknum aparat kepolisian, dengan mengeluarkan SP3 atas kasus tersebut.

“Jika itu langkah SP3 dikeluarkan tidak berdasarkan hukum dan tidak relevan dan bukan fakta fakta kebenaran yang ada sebenarnya,” katanya, Senin (20/11).

Menurutnya, dengan dikeluarkannya SP3 tersebut, penegakan hukum sudah mengalami tebang pilih dan tidak lagi bersandar pada keadilan. Supremasi hukum dinilai telah lemah dan lebih berpihak pada penguasa. Uyun pun mendesak pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus ini, demi tegaknya kembali hukum dan keadilan, khususnya di Kota Bekasi.

“Kita kaji ulang labskrim kebenarannya dan saya sudah sangat siap dan yakin. Saya bicara ini dalam keadaan sadar sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, Uyun pun siap mempertaruhkan kedua tangannya, apabila keyakinannya atas kasus dugaan ijazah palsu Pepen tersebut ternyata salah. Karena itu ia meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas dalam menindaklanjuti setiap perkara yang melibatkan para penguasa, tanpa khawatir adanya intimidasi dari pihak mana pun.

“Mabes polri harus terbuka dan jujur. LBHI Kontras dan ICW serta BPSK yang mengawal sebagai pendamping saya nanti,” pungkasnya.(aho)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *