Transparan  News
12 Januari 2020

Masyarakat Sesalkan Buang Sampah di Hutan Lindung, Bupati Samosir : 2020 Akan Dibangun TPA di APL

soepianto

TransparanNews, SAMOSIR – Masyarakat Samosir menyesalkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Samosir yang menjadikan hutan lindung sebagai Tempat Pembuangan Akhir sampah. Selain masyarakat Samosir, warga pendatang yang melintas di hutan lindung tersebut, juga menyayangkan sampah Kabupaten Samosir harus dibuang disana.

Dari pantauan transparannews.com di area tempat pembuangan sampah yang ada di hutan lindung Desa Ronggurnihuta Kecamatan Ronggurnihuta, bahwa kondisi tumpukan sampah masih terlihat dan bertebaran di sekitar lokasi, sehingga terkesan pengelolaannya kurang maksimal. 

Seperti yang diutarakan Rinto, salah satu warga pendatang asal Jambi yang secara kebetulan melintas di area hutan lindung pembuangan sampah dan bertemu Tim transparannews.com saat melakukan pemantauan di lokasi, sangat menyayangkan dan prihatin melihat pengelolaan sampah dilakukan di hutan lindung.

“Kita sangat menyayangkan dan  prihatin sekali melihat kondisi pengelolaan sampah dilakukan di area hutan lindung. Disamping pengelolaan yang kurang efektif, tentu akan berdampak terhadap lingkungan (area) sekitar hutan khususnya untuk habitat yang ada di hutan lindung ini,” ucap Rinto kepada transparannews.com, pada tanggal 4 Januari yang lalu.

Sementara itu, menanggapi masalah pembuangan sampah di hutan lindung tersebut, Bupati Samosir Rapidin Simbolon menjelaskan, sehubungan dengan masalah tempat pembuangan sampah ini (hutan lindung-red), sudah ada sejak tahun 2013, tiga tahun sebelumnya dan berada di lahan eks PT Toba Pulp Lestari (TPL). 

“Perlu kami jelaskan, sehubungan dengan masalah tempat pembuangan sampah ini, sudah ada sejak tahun 2013, 3 tahun sebelum kami menjabat sebagai Bupati. Lahan ini, adalah merupakan eks Lahan TPL,” jelas Bupati Samosir via pesan WhatsApp saat dihubungi transparannews.com, Minggu, (12/1/20).

Lanjut Bupati menjelaskan, bahwa pembuangan sampah di tempat ini (hutan lindung-red) adalah dengan sistem penggalian pada lahan kosong, kemudian di isi dengan sampah, setelah penuh kemudian ditutup kembali.

“Sebenarnya sejak tahun 2016, kami sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR untuk pembangunan TPA  (Tempat Pembuangan Akhir) di Samosir. Baru tahun 2020 ada titik terangnya, yang secara prinsip Kementerian PUPR sudah setuju untuk membangun TPA di APL, milik Pemkab Samosir yang ada di Desa Hariara Pintu. Semoga secepatnya terealisasi,” ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *