Transparan  News
29 Juni 2020

Oknum Pejabat Kejagung Diduga Terbitkan Surat Palsu Panggil Saksi

soepianto

TransparanNews, JAKARTA – Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Indonesia Berdaya (LSM-RIB) telah menyurati Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait, adanya dugaan pemalsuan surat panggilan alias bodong yang dikeluarkan oleh oknum penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Namun, pihak Kejagung RI belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan, Senin (29/6).

Bahkan, guna mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat, transparannews.com dan ketua LSM RIB, Hitler Situmorang pada Jumat (26/6) lalu, menyambangi kantor Kejagung untuk mengkonfirmasi pihak terkait. Oknum pejabat yang diduga melakukan pemalsuan surat panggilan tersebut, Ad tidak berkenan menerima kedatangan Transparannews.com. Melalui salah seorang staffnya, Ba, Transparannews.com diminta, mengkonfirmasi masalah ini ke Kepala Pusat Penerangan umum Kejagung (Kapuspenkum) RI.

“Mohon ijin pak, saya sudah konfirmasi, beliau mengatakan kepada saya bapak diminta konfirmasi saja ke Kapuspenkum, biar Kapuspenkum yang menanyakan kepada Bapak Ad ,” kata Ba, Salah seorang Staff Ad ketika Transparannews.com menyambangi ruangan Ad, Jumat (26/6).

Menurut Ba, dirinya telah menyampaikan maksud kedatangan Transparannews.com kepada Ad. Bahkan telah menyampaikan lembaran copyan surat LSM RIB. Lembaran Copyan surat tersebut, berisikan permohonan klarifikasi atas adanya dugaan surat panggilan palsu (bodong) yang dikeluarkan pihak Kejagung RI. Namun, Ad kata Ba tetap tidak bersedia untuk dikonfirmasi. Ad melalui staffnya Ba mengarahkan Transparannews.com ke bagian Pusat Penerangan umum Kejagung RI.

Transparannews.com dan ketua LSM RIB, Hitler Situmorang kemudian, menyambangi ruangan Kapuspenkum Kejagung RI yang tak jauh dari kantor Ad. Kapuspenkum Kejagung RI, Hari Setiono, tidak berada di ruangannya yang kebetulan terbuka. Ketidakberadaan Kapuspenkum tersebut juga diperkuat dengan salah seorang staffnya. Menurut staff Kapuspenkum itu, Kapuspenkum sedang menuju mesjid untuk menunaikan Ibadah Sholat Jumat.

Informasi terkait adanya surat panggilan palsu ini menurut Ketua LSM RIB, Hitler Situmorang. Dia dapatkan dari salah seorang kliennya. Kliennya yang bernama Sa, adalah, salah seorang yang menerima surat panggilan yang diduga palsu tersebut. Surat panggilan palsu itu lanjut Hitler, dikeluarkan untuk memanggil tiga orang (De, Ha dan Sa). Sebagai saksi dalam sebuah kasus yang melibatkan ketiganya. Kejadian pemanggilan ke tiga orang itu pada Tahun 2017 lalu.

“Tapi, ketika ketiga orang itu memenuhi panggilan. Dengan mendatangi kantor Ad di Kejagung RI. Mereka tidak diperiksa. Mereka dipanggil sebagai saksi dalam surat panggilan yang diduga palsu itu. Saya sudah menyurati pihak Kejagung. Karena, ada dugaan penyalahgunaan kewenangan. Jika, ternyata surat panggilan itu palsu. Karena, surat permohonan klarifikasi saya belum direspon. Maka, saya mengajak rekan-rekan wartawan,” ujar LSM RIB, Hitler Situmorang.

Menurut Hitler, pihaknya juga sudah melayangkan surat ke pihak terkait. Guna mendapatkan klarifikasi atas adanya dugaan surat panggilan palsu yang diduga dikeluarkan oleh oknum pejabat Kejagung RI. Hal ini dimaksudkan Hitler, agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan. Bahkan dalam waktu dekat ini. Pihaknya akan kembali menyambangi Kapuspenkum Kejagung RI. Sebagaimana yang diutarakan Ad (oknum pejabat Kejagung RI) melalui salah seorang staffnya, Ba. Sehingga, masalah ini jadi terang benderang. Dan tidak bias di masyarakat. (Beston/Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *