Transparan  News
6 Desember 2018

Pertolongan Darurat, Warga Minta Pemerintah Adakan Bidan Di Desa

Saut Manullang

TransparanNews, INDRAGIRI HULU – Masyarakat Desa Sipang Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Meminta Pemerintah agar Bidan diadakan didesanya.

Bagi masyarakat desa, peran dan keberadaan bidan desa sangatlah besar. Manakala terjadi hal-hal buruk menyangkut kesehatan masyarakat desa, maka pihak pertama yang memberikan pertolongan adalah bidan desa. Maklum, umumnya rumah sakit atau puskesmas tidak selalu tersedia didesa.

Pasalnya, hanya sang bidanlah tempat mereka bergantung saat terjadi masalah darurat kesehatan. Bidan desa yang tinggal di tempat mereka seperti “dewa penolong”. Tak hanya untuk memberikan layanan kesehatan kepada ibu dan bayi saja, terkadang juga diminta memberikan pengobatan untuk berbagai penyakit umum. Tapi, apalah jadinya kalau bidan desa tak ada. Alternatifnya, tentu warga akan mencari bidan terdekat kekampung tetangga.

Masalah tentu tak semudah itu, pindah ke bidan di desa tetangga. Akses jalan menuju desa tetangga jangan disamakan dengan jalan dikota yang bisa dilewati secara mudah. Jalan rusak, jembatan penghubung tak layak dilalui mobil, hingga tak adanya penerangan jalan, menjadi masalah umum di desa-desa pelosok. Wajar, untuk menempuh perjalanan ke desa tetangga yang hanya beberapa kilometer diperlukan waktu hingga beberapa jam. Belum lagi kondisi jalan yang tidak layak, membuat ibu hamil atau orang sakit yang dibawa menjadi lebih merasa kesakitan.

Wajar kalau pasien seperti kasus melahirkan sebelum mendapat pertolongan bidan desa tetangga. Saat kasus seperti ini terjadi, siapa yang patut disalahkan?

Seorang Warga Asrin (35), saat ditanya awak media TransparanNews Rabu, (05/12) sekira pukul 16.00 WIB. Ia mengatakan, empat bulan berjalan sejak bulan Agustus 2018, “bidan desa bernama Lina, aktif melayani masyarakat berobat tak peduli siang dan malam demi tugas yang diembannya”, terang Asrin

Lanjut kata Asrin, “entah kenapa beberapa hari ini Lina menghilang dari tempat tugasnya juga barang-barang miliknya tak ada yang tersisa. Nah, kini masyarakat Desa Sipang merasakan kehilangan dewa penolong seperti Lina”, terangnya.

Menurut keterangan warga setempat enggan nyebut namanya kepada awak media, “kepergian bidan Lina pulang kerumah orang tuanya beralamat Desa Puntianai, karna ia bekerja selama empat bulan tak pernah mendapatkan gaji sepeser pun yang di janjikan kepala desa kepadanya dengan nominal 1 juta perbulan. Ia tanyakan berkali kali sama kadesnya, namun tak membuahkan hasil”, katanya.

Ketika informasi yang dirangkum TransparanNews, kemudian menghubungi Kepala Desa Sipang Jamaris,SH. dengan melalui telepon genggam. “Alhasilnya, hpnya aktif namun tak diangkatnya”.(Andi)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *