Transparan  News
12 Februari 2018

Puluhan Aktivis Datangi DPRD Nias Utara

Anto Baho

TransparanNews, NIAS UTARA – Puluhan aktivis antikorupsi di Kabupaten Nias Utara  datangi kantor DPRD Kabupaten Nias Utara. Sumatera Utara. Senin (12/2).

Kedatangan aktifis tersebut menyampaikan aspirasi terkait keresahan masyarakat soal proyek pembangunan fisik yang dikelola Dinas PUPR Nias Utara. Kedatangan kami di sini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat soal kinerja Dinas PUPR Nias Utara kepada lembaga DPRD Nias Utara ujar perwakilan aktivis, Agus Hulu, usai diterima Ketua DPRD bersama Ketua Komisi C Noferman Zega.

Dijelaskan Agus, satu tahun belakangan ditemukan berbagai persoalan dan kejanggalan dalam pembangunan fisik tahun 2017 lalu, sehingga meresahkan masyarakat.

“Pembangunan fisik khususnya yang dikelola PUPR amburadul, tidak berkualitas dan sarat dugaan korupsi,” tambahnya. Pembangunan Tribun Nias Utara yang menelan anggaran Rp 4 miliar tahun 2017 kini masih belum rampung dan diduga mark up anggaran; Kantor BKD Nias Utara senilai Rp 2 miliar belum finishing dan diperkirakan baru mencapai 60 persen, dan lainnya.

Ada sejumlah paket proyek di Nias Utara ini belum rampung dan masih dikerjakan rekanan sementara batas waktu pelaksanaan sudah selesai per 31 Desember 2017 lalu ucap Agus.

Hal yang sama disampaikan Yason Harefa  bahwa ada sejumlah paket proyek di Nias Utara ini belum rampung dan masih dikerjakan kontraktor sementara batas waktu pelaksanaan sudah selesai per 31 Desember 2017 lalu termaduk pembangunan Jembatan Oyo di Kec. Tugala Oyo berbiaya 5 milyar.

Sementara Febeanus Zalukhu menyampaikan salah satu kekecewaan masyarakat atas kinerja Dinas PU Nias Utara soal air bersih yang bersumber dari gunung Maziaya dimana sudah sekian miliyar habis anggaran untuk pengadaan air bersih tersebut hingga kini masih belum bermanfaat bagi masyarakat..

Menanggapi  hal tersebut Ketua DPRD Nias Utara Fo’anoita Zai berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi para aktivis antikorupsi tersebut, karena menurutnya meresahkan masyarakat.

Foanoita Zai juga mendorong Komisi C DPRD untuk membahas beberapa temuan tersebut untuk dijadikan bahan dengar pendapat dengan Dinas terkait ucapnya.(Wardiansyah Waruwu/W-1)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *