Transparan  News
24 September 2018

Ratusan Santri Gentur Datangi Polres Sukabumi Mengawal Proses Hukum Kasus Penghinaan dan Pengrusakan

Saut Manullang

TransparanNews, SUKABUMI – Majelis Gentur Kampung Ciawitali Kecamatan Cikidang Sukabumi Jawa Barat dirusak, dikejar, dan diusir oleh beberapa oknum warga.Kegiatan sholawat di kampung Ciawitali sudah sejak tahun 2010, dimana rutin dilakukan oleh salah satu Santri Gentur yang tinggal disana, yaitu Mamay.

“Awalnya salah satu putra dari pendiri Gentur mulai mengawali kegiatan sholawat di sana dan membangun majelis, setelah dua minggu santri melapor ke RT bahwa ada kegiatan di majelis, namun pada saat kegiatan muhasaba/sholawatan, datang warga dan tokoh masyarakat kemudian terjadi perdebatan,”ujar Wisnu kepada TransparanNews Senin (24/09/2018)

Peristiwa perdebatan yang terjadi, akhirnya dilakukan pemanggilan di Kantor Kepala Desa yang disaksikan Muspika Kecamatan Cikidang, dimana hasil kesepakatannya hanya memihak kesebelah pihak, yaitu menghentikan kegiatan sholawat.

“Untuk menghindari hal yang tidak diingginkan, maka santri menghentikan kegiatannya,” papar Wisnu.

Namun, pada 10 September 2018 terjadi pelaporan dari warga yang diketuai RT. Setempat ke Polsek Cikidang, dimana isinya menghentikan seluruh kegiatan sholawat, padahal sudah tidak ada kegiatan setelah kesepakatan di Kantor Desa, dan memberitakan di media Online (terlampir) berita fitnah, yakni Majelis Gentur adalah aliran sesat.

Dengan pemberitaan di Media, yang notabene belum tau kebenarannya, langsung menimbulkan aksi dan  pergerakan Massa dari berbagai wilayah ditanah air.

Lanjut Wisnu, Kamis(20/09/2018) beberapa Santri Gentur dengan bijak melaporkan pemberitaan yang dianggap Hoax dan Fitnah ke Polres Sukabumi agar segera ditindaklanjuti demi kemaslahatan umat.

Entah apa yang merasuki sebagian warga Cikidang, Sabtu, 22 September 2018 datang dan merusak Majelis Gentur, dimana 3 santri yang hanya melakukan kegiatan jaga aset, diancam, dikejar dan diusir.

Petugas polres sukabumi yang memang sudah siaga, menerima laporan langsung datang dan memjemput santri dan warga yang melakukan pengusiran dan pengrusakan.

Wisnu mengatakan, bahwa Senin, 24 September 2018 para Santri Gentur masih berada di Polres Sukabumi untuk mengawal proses hukum terhadap kasus penghinaan, pengancaman, pencemaran nama baik dan pengrusakan terhadap keluarga besar Gentur.

Wisnu berharap, mari kita berdoa kepada Allah Swt agar dengan kejadian ini dapat menjadi pelajaran yang berharga untuk semua umat, agar lebih berhati hati dalam bersikap, tutupnya.(***)

Berita Wisnu – Santri Gentur Bekasi

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *