Transparan  News
26 Mei 2020

Residivis Curat Kembali Diciduk Tekab Polsek Kualuh Hilir

Saut Manullang

TransparanNews, LABUHANBATU UTARA – MAH, (39) alias Katan warga Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, Seorang residivis kasus Curat kembali diciduk Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Kualuh Hilir di bawah pimpinan Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat.

Pria yang berprofesi sebagai Nelayan ini berhasil ditangkap polisi di Kelurahan Tanjung Leidong, Minggu (24/5) sekira pukul 22.00 Wib, karena diduga telah membongkar Kios milik korbannya, Nelvi Marbun di Pajak Kota Kelurahan Tanjung Leidong.

Kapolsek Kualuh Hilir AKP Pesta Simarmata melalui Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat kepada TransparanNews.com membenarkan penangkapan ini.

Kanit menjelaskan, penangkapan ini bermula dari adanya laporan korban Nelvi Marbun kepada polisi: LP / 25 / V / 2020 / Sek. KL. Hilir, tanggal 12 Mei 2020, tentang Tindak Pidana Pencurian (Curat).

Bahwasanya pada Selasa (12/5) sekira pukul 08.00 Wib, Kios tempat berjualan pakaian miliknya telah dibongkar oleh orang tak dikenal. Pintu dalam keadaan terbuka, terdapat bekas congkelan. Isi dalam kios juga berserakan serta puluhan pasang pakaian juga raib dibawa pelaku.

Menindak lanjuti laporan itu, Tim langsung melakukan penyelidikan, dari hasil interogasi saksi- saksi diketahui pelaku adalah Katan. Kemudian Tim berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku Katan serta langsung mengamankannya ke Mapolsek Kualuh Hilir.

Polisi juga berhasil menyita, 20 lembar pakaian, 1 bilah pisau, dan 1 batang besi sekira 40 Cm, sebagai barang bukti.

“Dari hasil interogasi, Tersangka melakukan aksinya hanya seorang diri. Dengan menggunakan sebatang besi, Ia membongkar pintu kios tersebut.

Dalam pengakuannya, Ia pernah masuk Bui di Lapas Rantauprapat dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Tersangka juga pernah melakukan pengancaman dengan menodongkan pisau meminta uang jatah preman terhadap seorang pelaku usaha, korban sebelumnya, ”beber Sinurat.

Atas pengancaman yang dilakukannya itu, Korban pun membuat pengaduan ke polisi dengan Laporan Polisi: LP / 21 / IV / 2020 / Sek. KL. Hilir, tanggal 06 April 2020, tentang Tindak Pidana Pengancaman (Premanisme).

“Dalam kejadian ini, korban saudari Nelvi Marbun mengalami kerugian sekitar Rp. 5.000.000 (Lima juta rupiah), “kata Kanit. (Nathan Nababan)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *