Transparan  News
7 Februari 2018

Belasan Calon Jemaah Umroh Laporkan PT SBL ke Polrestro Bekasi

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Belasan calon jamaah umroh dari PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di Ruko Bekasi Town Square (Betos), Bekasi Timur, Kota Bekasi mendatangi Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka Nomor 79, Bekasi Selatan, Selasa (6/2/2018) siang kemarin. Kedatangan mereka ke sana untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh Kepala Cabang perusahaan tersebut.

Kuasa hukum jamaah, Sri Ani Sutianti mengaku mendapat kuasa dari 17 calon jamaah untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan uang yang dilakukan perusahaan biro jasa umrah.

Menurut dia, seluruh kliennya sudah menyetor uang Rp 20,5 juta sejak Juni 2017 lalu, namun sampai Februari 2018 mereka tidak diberangkatkan ke tanah suci Makkah. “Perusahaan menjadwalkan klien kami berangkat tanggal 24 Desember 2017, namun sampai sekarang belum diberangkatkan juga,” kata Sri Ani pada Selasa (6/2/2018).

Dia menjelaskan, perusahaan selalu menunda keberangkatan para jamaah, tanpa alasan yang jelas. Awalnya mereka memaklumi penundaan itu namun karena telah berkali-kali terjadi, para jamaah tidak dapat menoleransi perbuatannya.

“Jadwal pertama tanggal 24 Desember, lalu ditunda tanggal 29 Desember hingga 31 Desember,” jelasnya.

Menurut dia, pengaduan itu sudah didaftarkan dengan nomor laporan STPL/64/K/II/2018/Restro Bks Kota. Dalam surat itu, mereka melaporkan Kepala Cabang Bekasi PT SBL berinisial SYT atas dugaan penipuan. Soalnya, belasan jamaah membayar biaya perjalanan umrah ke rekening pribadi Bank Mandiri milik SYT. “Ini kan perusahaan, harusnya rekening masuk ke perusahaan bukan ke rekening pribadi,” ujar Sri.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto telah menginstruksikan anggotanya untuk menggali keterangan calon jamaah umrah dari PT Solusi Balad Lumampah (SBL) cabang Kota Bekasi.

“Laporan sudah diterima dan anggota sedang menggali keterangan pelapor. Nanti terlapor akan kami minta keterangannya juga,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, keterangan pelapor dan terlapor sangat dibutuhkan untuk penyelidikan. Bila memenuhi unsur pidana, pihaknya bakal meningkatkan statusnya menjadi penyidikan. Dengan demikian, polisi bakal menetapkan tersangka atas dugaan tersebut.

“Bila ada unsur pidana, malam ini juga akan melakukan langkah-langkah penindakan hukum. Kita juga telaah apakah ini unsur pidana atau perdata,” ujar Kapolres. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *