Transparan  News
21 Februari 2020

Sidang Dugaan Kriminalisasi 8 Karyawan Game Star, Polres Labuhanbatu Belum Memberikan Memori Jawaban

Saut Manullang

TransparanNews, LABUHANBATU – Sidang Kedua Praperadilan terkait dugaan Kriminalisasi yang dilakukan Polres Labuhanbatu terhadap Penangkapan dan Penahanan 8 Karyawan Game Stars yang berada di komplek Suzuya baru Rantauprapat digelar di Pengadilan Negri Rantauprapat, sementara Polres Labuhanbatu belum ada memberikan Memori Jawaban kepada Hakim Tunggal Arie Perdian SH, MH yang memimpin persidangan. Kamis (20/02/2020)

Agenda Sidang kedua pembacaan Gugatan Tuntutan (Petitum) Praperadilan oleh Kuasa Hukum ke 8 karyawan Game Star dari Lembaga Bantuan Hukum Pilar Advokasi Rakyat Sumut (LBH PILAR – SUMUT) sebanyak 25 halaman yang dibacakan oleh Ketua LBH PILAR SUMUT Harris Nixcon Tambunan, SH didampingi oleh Iwansyahputra Ritonga, SH dan Benni Sahala Tambun, SH dengan menetapkan 17 Petitum antara lain menyebutkan bahwa Penggeledahan, Penyitaan yang dilakukan oleh Polres Labuhanbatu adalah tidak sah dan meminta kepada Hakim agar penetapan Tersangka, Penagkapan dan Penahanan terhadap ke 8 Karyawan Game Stars dinyatakan tidak sah dan agar segera para Pemohon untuk segera dibebaskan.

“Pak Hakim yang Mulia. Penetapan Tersangka, Penangkapan dan Penahanan terhadap ke 8 Karyawan Game Star itu tidak sah dan segera para pemohon untuk segera dibebaskan,” Jelas Harris.

Dalam Sidang yang dihadiri oleh AIPTU Ramli Siregar selaku Kuasa Termohon Polres Labuhanbatu belum bisa memberikan memori jawaban dan Hakim meminta agar besok pihak Termohon sudah menyiapkan jawabannya karena selambat-lambatnya 7 hari setelah sidang ini maka Praperadilan sudah harus putus.

” Termohon besok harus sudah siap jawabannya untuk dibacakan karena dalam sidang ini berdasarkan buku pedoman Mahkamah Agung 7 hari kerja terhitung sekarang ini, harus sudah putus” ujar Arie kepada kuasa Termohon.

Persidangan yang juga dihadiri Orang Tua dari para Karyawan menyampaikan ke Perwakilan TransparanNews. ” Kami hanya mohon keadilan terhadap anak-anak kami, karena anak kami hanya bekerja dan lagi pula usaha tersebut memiliki Izin, kenapa Anak Kami ditangkap dan pengusahanya tidak, ini kan aneh?” . Jelas salah satu Ibu Nerdawati yang anaknya juga ditangkap.

Sementara itu kekecewaan terhadap diskriminasi hukum yang dilakukan oleh Polres Labuhanbatu juga diungkapkan oleh Harris selaku ketua LBH PILAR SUMUT. 

Dalam gugatan praperadilan, Polres Labuhanbatu dianggap telah melanggar prosedur sebagaimana diatur dalam UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP juga PERKAPOLRI No. 14 Tahun 2012 Tentang Managemen Penyidikan Tindak Pidana serta PERKAPOLRI No. 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan terjadi peristiwa penggeledahan dan penangkapan terhadap ke 8 karyawan usaha Game Stars di komplek Suzuya Mall (19/1) akibat dari penggerebekan tersebut 8 karyawan dan 7 pemain game tembak ikan ditangkap dan dibawa ke Polres Labuhanbatu.(S73.id)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *