Transparan  News
18 Februari 2019

Tanggapan Kapolres Bekasi Kota Terkait Kasus Cek Bodong H.Marjaya Anggota DPRD Jabar

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Terkait kasus Cek Bodong Anggota DPRD Partai Hanura ‘H.Marjaya’ senilai Rp1.2 miliar belum tuntas hingga Kini Kasus tersebut masih P21, Kinerja yang dianggap lambat tersebut menuai kontroversi berbagai pihak. 

Pelaporan yang dibuat ditahun 2017 tersebut belum menemukan Hasil Lantaran kinerja Kejaksaan Negri Kota Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota dianggap lambat menuntaskan Kasus anggota DPRD Jawa Barat Partai Hanura tersebut.

Seperti yang terlansir anggota DPRD Jawa Barat asal Partai Hanura dilaporkan oleh seorang pengusaha bernama Andy Salim dengan dugaan kasus cek bodong senilai Rp1.2 miliar. Laporan sejak tahun 2017.

Sikap tidak terbuka infomasi dari Polres Metro Bekasi Kota, terkait jadwal penahanan anggota DPRD Jawa Barat, H.Marjaya Ibrahim membuat banyak pihak mempertanyakan sikap institusi kepolisian di Kota Bekasi.

Saat berkomunikasi melalui WhatsApp Jum’at lalu (15/02/19) Kapolres Metro Bekasi Kota “Kombespol Indarto” mengatakan bahwa kasus tersebut baru saja diketahuinya disaat wartawan TransparanNews mengirimkan link pemberitaan terkait kasus Cek Bodong Anggota DPRD Jawa Barat tersebut. 

Saat dikomunikasikan melalui Telfon Seluler Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Indarto mengatakan bahwa berkas tersebut Sudah P21.

Lalu hari selasa kemarin dari Reserse Polres Metro Bekasi Kota Sudah di tahap Keduakan Kejaksaan Kota Bekasi, Tetapi kejaksaan belum siap dikarnakan berkas administrasi yang belum lengkap. Ungkapnya

Lanjutnya, Hasil Koordinasi dengan Kejaksaan Hari kamis yang akan datang Akan dilimpahkan ke tahap Kedua. Tutupnya(Chris)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *