Transparan  News
15 April 2019

Mengutamakan Melayani Jerigen, di SPBU Tanjung Anom Kerap Macet

Saut Manullang

TransparanNews, MEDAN – SPBU yang berada di jl Besar Tanjung Anom diduga sudah bertahun-tahun melakukan kegiatan mendahulukan atau mengutamakan melayani konsumen yang membawa jerigen karena harga lebih tinggi. Akibatnya, konsumen lain dan warga Tanjung Anompun dibuat resah, pasalnya di SPBU tersebut kerap terjadi kemacdtan.

Selain itu, pegawai SPBU yang lebih mendahulukan atau mengutamakan melayani konsumen pengecer khususnya BBM jenis Premium dengan jerigen kerap ribut dengan para sopir angkot dan kendaraan pribadi karena tidak terima ditegur.

Dari keterangan warga (identitasnya tidak ingin disebutkan) kepada transparannews, tidak satu berani menegur pihak SPBU, karena pegawai tidak segan-segan menantang, bahkan mengajak ribut sepwrti yang terjadi kepada salah satu sopir angkot.

Cerita warga, beberapa hari yang lalu tepatnya, Sabtu 7 April sore 2019, ada sopir angkot yang sudah lama antri, tapi saat tiba gilirannya, sopir malah tidak mendapatkan Premium alasannya karena premium sudah habis. sontak membuat sopir angkot tersebut mengamuk dan berkata kepada petugas SPBU, “saya sudah lama antri tapi ko tidak dapat Premium? mangkanya jangan semuanya dijual kepada pengecer jerigen sampai kami tidak kebagian”, ujar warga menirukan omongan sopir dan tidak lama kemudian terjadi bakuhantam dengan keamanan SPBU tersebut”, terang warga.

Ditempat terpisah salah seorang warga yang menjual BBM jenis premium dengan ecera  yang kerap belanja dari SPBU Tanjung Anom mengatakan, jera untuk membeli BBM jenis premium di SPBU tersebut. Alasannya, karna konsumen dibebankan uang cas sebesar Rp.7.000 per jerigen (20 liter).

(Dolfri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *