Transparan  News
8 Juli 2019

Optimalkan Anggaran dan Kinerja Guru, Ratusan SDN Kota Bekasi Akan Dilakukan Merger

Saut Manullang

TransparanNews, KOTA BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi segera melakukan merger terhadap ratusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang kekurangan murid. Penggabungan SDN ini dilakukan untuk lebih menekan pengeluaran biaya operasional sekolah, juga mengikuti aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)

“Merger sekolah dasar ini merupakan langkah efisiensi pengeluaran operasional sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah.

Inayatullah menjelaskan penggabungan SDN tersebut bukannya tanpa alasan. Selama ini keberadaannya dinilai kurang efektif karena tidak memiliki peserta didik yang memadai serta minim sarana prasarana.

Lanjut Inayatullah, kalaupun keberadaan SD tersebut tetap dipertahankan, maka hasilnya tak akan begitu efektif. Bahkan dikhawatirkan tak akan mampu memenuhi Delapan Standar Nasional Pendidikan Indonesia yang menjadi tujuan dan ditetapkan dalam Permendiknas.       

Hal senada juga diungkapkan Kabid Dikdas Pendidikan Kota Bekasi Sri Yulinarti, bahwa merger yang kita laksanakan terhadap SDN tersebut telah sesuai dengan Permendikbud nomor 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah serta kita juga merujuk kepada Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 421.2/KEP.486-DISDIK/XII/2018 Tentang Penggabungan Sekolah Dasar Negeri Kota Bekasi. 

Pihaknya juga menambahkan, saat ini, Disdik telah memiliki data beberapa sekolah yang akan di merger ini. “Disdik telah memiliki datanya dan tentunya proses kebijakan ini sudah melalui rapat pembahasan panjang, serta sosialisasi,” jelas Sri Yulinarti kepada TransparanNews usai hadiri acara silaturahmi Lintas agama dan Ormas Se Kota Bekasi.

Ia pun menegaskan, kurangnya murid pada sekolah tertentu bukan karena kualitasnya yang buruk melainkan warga di sekitar sekolah usianya sudah melewati batas usia sekolah dasar.

“Usia warga di daerah tersebut bukan lagi usia untuk masuk sekolah tingkat dasar. Jadi nantinya bila gedung sekolah dasar masih ditemukan sepi murid, bisa dilakukan penggabungan atau bangunannya bisa dipergunakan untuk membangun sekolah tingkat menengah pertama,” kata Yulinarti menegaskan.

Dia menambahkan, program ini juga memberi dampak baik bagi perkembangan sekolah dasar yang masih di bawah tingkat kualitas pendidikannya.

“Program ini merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar. Misalkan, Kepala Sekolah SD A sudah menjabat selama kurun waktu delapan tahun. Nantinya bisa ditempatkan ke sekolah lain guna dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Sri Yulinarti menutup. (Saut)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *