Transparan  News
24 Maret 2018

Orangtua Sesalkan Perlakuan Kepsek SMKN 15 terhadap Siswa Kesurupan

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Puluhan Siswa SMKN 15 alami kesurupan massal. Peristiwa itu terjadi pada saat acara LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) dilakukan pada tanggal 16-17 Maret 2018 yang bertempat di areal SMKN 15 Kota Bekasi. Ironisnya, kesurupan terjadi sampai 3 kali berturut di lingkungan.

“Acara yang dimulai sehabis shalat Jumat awalnya berjalan dengan baik”, ucap salah satu siswa menuturkan kejadiannya.

Sampai pada acara keagamaan pun juga masih baik-baik saja, pukul 21.00 s/d 23.00 wib tibalah sesi acara yang disebut jerit malam. Pada acara tersebut berlangsung mulailah satu demi satu siswa yang mengikuti acara LDKS ini kesurupan. Ada yang menangis, menjerit, tertawa, sehingga para guru pun turun  tangan untuk  mengatasinya dan menghentikan acara jerit malam.

Berlanjut ke acara pagi hari, setelah senam pagi para murid melanjutkan sesi berikutnya. Pada sesi tersebut kembali terjadi hal yang serupa seperti kejadian pada malam hari, sejumlah murid pun kembali kesurupan dan anehnya kali ini kesurupan tersebut menimpa murid yang malamnya tidak mengalami kesurupan.

Melihat hal itu, para guru yang mengawasi acara tersebut turun tangan untuk mengatasinya dengan memindahkan para murid keruangan yang berbeda untuk ditangani agar LDKS dapat diselesaikan murid yang lain hingga selesai.

Dan acara LDKS pun selesai dengan waktu yang sudah di sepakati oleh panitia. Para murid pun kembali pulang kerumahnya masing-masing hari Sabtu sore 17 Maret 2018.

Hari senin pagi para murid kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran seperti biasa. Namun kembali kesurupan yang serupa terjadi di salah satu ruangan sekolah. Penanganan pun kembali di upayakan para guru, hingga membuat Supriatin Kepala Sekolah keluar dari ruangannya untuk melihat kejadian itu.

Supriatin sontak langsung mengambil tindakan dengan cara menyiramkan air kepada siswa yang kesurupan. Namun cara yang dibuat oleh kepsek kurang berkenan menurut para orangtua siswa, karena dilakukan dengan hentakan sangat tidak wajar kepada murid yang kesurupan dan membuat murid itu sampai tidak bisa bernapas atau gelagapan karena siraman air yang dilakukan kepsek tersebut.

Dan dengan suara lantang menyatakan jika hal ini terjadi kembali, “saya akan men skorsing murid yang kesurupan”, kata Kepsek dengan marah-marah.

“Makanya kami selaku orang tua murid akan mengadukan ini kepada Dinas Pendidikan. Kami tidak terima atas perlakuan yang di lakukan Kepala Sekolah SMK N 15 Bekasi, memang nya anak kami apaan”, kata orang tua murid.

Keterangan dari sejumlah orang tua murid yang berbondong bondong datang ke dinas pendidikan kota Bekasi yang tidak bersedia identitasnya disebut mengatakan, tuntutan kami selaku orang tua murid agar mengusut tuntas kasus ini dan meminta, Supriatin kepsek SMKN 15 Bekasi meminta maaf kepada semua murid beserta orang tua murid. Dan bersedia mundur dari jabatannya sebagai Kepsek SMKN 15 Bekasi.

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III melalui suratnya Nomor 805/092/KCD WIL III/2018 akhirnya memanggil Kepala Sekolah SMKN 15 untuk dimintai keterangan atas keluhan sejumlah orangtua siswa. (Dolprin)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *