Transparan  News
13 Februari 2020

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi : Anies Melakukan Pembohongan Publik?

soepianto

TransparanNews, JAKARTA – Polemik seputar penyelenggaraan balap Formula E di DKI Jakarta semakin berbelit kelindan. Sebelumnya, Gilbert Simanjuntak, anggota komisi B dari Fraksi PDIP, mempersoalkan besaran anggaran Formula B yang dua kali lipat dari negara lain. Kini, surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disinyalir manipulatif.

Surat yang dilayangkan oleh Anies ke Mensesneg selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka – nomor 61/-1.857.23 perihal Tindak Lanjut Persetujuan Komisi Pengarah atas Penyelenggaraan Formula E Tahun 2020 di Kawasan Medan Merdeka – poin dua menyatakan Pemprov telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Namun, Ketua TACB, Mundardjito, membantah memberikan rekomendasi tersebut.

Kontan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edhi Marsudi, mendatangi kantor Kemensetneg untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Kami sebagai Ketua Dewan dan fraksi kami melihat ada manipulasi lagi seakan-akan Kepala TACB Pak Mundardjito ini mengiyakan, padahal ini belum ada konfirmasi antara Gubernur dengan dia. Nah, ini kan saya bertanya ke Pak Sesneg kenapa diperbolehkan,” kata Prasetio di Kantor Kemensetneg, Kamis (13/2/2020).

Politisi asal PDIP tersebut mengaku kecewa dengan manipulasi surat rekomendasi tersebut. Dia pun menilai Anies telah melakukan pembohongan publik.

“Saya sebagai Ketua DPRD merasa kecewa dan saya kira ini adalah pembohongan publik,” ujarnya.

“Saya kenapa kok sebagai pimpinan menganggarkan Formula E pada saat itu, dan saya mengetok palu anggaran revitalisasi Monas. Bayangan saya revitalisasi Monas yang jelas akan dibuat yang baik. Tapi kenyataannya kok jadi namanya plaza. Nah, plaza ini kalau saya lihat dikasih karpet dikasih aspal,” ujar Prasetio.

Dirinya menegaskan, tak keberatan Formula E digelar di Jakarta. Namun, menurutnya, masih banyak lokasi yang lebih tepat digunakan sebagai sirkuit Formula E.

“Monas ini ada sejarah, Monas ini adalah satu lagi jalur hijau. Kita tidak menghambat yang namanya satu kegiatan internasional yang besar yang namanya Formula E,” tutur dia..

Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pagelaran Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Hal ini berbeda dengan surat dari Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno.

Sementara perihal rekomendasi itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta sudah memberi penjelasan. Disbud mengakui tak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tindakan itu – lagi lagi – berbeda dengan isi dalam surat Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno. (makmur)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *