Transparan  News
28 Mei 2020

Muslim JB : Usulan Presidium IPW Reshuffle Kabinet Dimasa Pandemi adalah Keblinger dan Tendensius

soepianto

TransparanNews, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Advokasi DPP Golkar Muslim Jaya Butarbutar menanggapi usulan Presidium Indonesia Police Wacth (IPW) Neta S Pane terkait Reshuffle Kabinet terhadap 11 Menteri dimasa Pandemi Covid-19 adalah usulan keblinger dan tendensius.

Menurut advokat ini, pandemi Covid-19 adalah wabah global yang melanda hampir seluruh dunia dan tidak ada satupun negara di dunia yang siap menghadapi wabah Covid-19 apalagi saat ini belum ditemukan vaksin Covid-19.

Lanjut Muslim, semua sektor dari mulai ekonomi, pariwisata, perdagangan, industry, olah raga dan Tenaga kerja mengalami dampak yang luar biasa. Pasca Pandemi Covid-19 yang disebut New Normal diperlukan ekstra kerja keras dari seluruh Menteri selaku pembantu Presiden untuk menormalkan kembali denyut perekonomian Indonesia.

Muslim Jaya Butarbutar juga menilai pernyataan Neta S Pane tidak memahami kondisi perekonomian Indonesia. “Asal gomong aja. Usulan mencopot 11 Menteri salah satunya Menteri Pemuda dan Olah Raga dimasa Pandemi Covid-19 adalah kebliger,” ucapnya.

“Masa menterinya disuruh untuk buat kegiatan olah raga atau buat pertandingan sepakbola, yang ada Menterinya disemprot Presiden karena mengumpulkan orang bayak dan melanggar PSBB, kemana tuh pikirannya Neta. Belum lagi sektor Industri yang kena imbas diperlukan dukungan kita semua agar perekonomian Indonesia bangkit kembali. Sebaiknya Neta S Pane focus untuk mengurus kinerja Kepolisian Republik Indonesia dengan Indonesia Police Wacthnya, mengawasi kinerja kepolisian pasca New Normal dimana diperlukan Langkah-langkah kepolisian yang humanis sesuai harapan Ketua Komisi 3 DPR RI,” tandas Muslim.

Sebelumnya diberitakan beberapa media online, Ketua Presidium IPW mengatakan Reshuffle kabinet harus segera dilakukan jika Presiden Joko Widodo ingin pemerintahannya berlari kencang seiring diterapkanya konsep the new normal.

“Konsep dan slogan new normal hanya omong kosong belaka jika menteri-menteri kabinet Jokowi tetap loyo,” kata Neta kepada media tersebut (RMOL, Selasa malam, 26/5)

Neta berpendapat, harapan Jokowi adanya terobosan di periode kedua dengan memunculkan menteri anak muda milenial ternyata gagal total.

Selain itu, Neta melihat tak ada satu pun terobosan baru dari para menteri Jokowi di tengah pademi Covid-19. Semua seakan ngumpet mengikuti “perintah di rumah saja”.

Padahal dalam kondisi pandemi Covid-19, Jokowi perlu pemikiran pemikiran yang bisa membantunya dengan maksimal.

“Minimal membuat konsep terobosan dibidangnya masing-masing dan begitu wabah Covid-19, kementeriannya bisa berlari kencang,” ujarnya. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *