Transparan  News
11 Juni 2019

Warga Tanjung Priuk Ucapkan Terima Kasih Atas Kinerja TNI-Polri Mengamankan Jakarta 

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Tokoh Masyarakat Kebon Bawang Tanjung Priuk bersama Ketua RW 08 dan Ketua RT 07 bersama LMK Kebon Bawang dan warga masyarakat Tanjung Priuk ucapkan terima kasih kepada TNI – POLRI atas keberhasilannya mengamankan demo menolak hasil Pilpres di Bawaslu yang berujung ricuh yang membuat orang trauma seperti Mei 1998.

Kami dari tokoh masyarakat Tanjung Priuk juga mengucapkan Terima kasih kepada TNI-POLRI yang berhasil menangkap Perusuh-perusuh yang diduga orang bayaran yang di suruh membuat rusuh waktu demo menolak hasil Pilpres dan membuat ibu kota menjadi mencekam.

Kami warga Tanjung Priuk sangat mendukung TNI Polri dan apresiasi kinerja aparat terkait atas keberhasilannya mengamankan Jakarta dari para perusuh yang menyusup para pendemo di kantor MK.

Kami berharap kedepan jangan sampai terjadi kembali seperti tanggal 21-22 mei yang lalu. Kami warga Tanjung Priuk, berharap demo yang akan datang supaya tertib dan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan oleh undang-undang yang berlaku. Polisi harus tegas kalau besok demo jadi dilaksanakan dan menjadi rusuh.

Warga Tanjung Priuk siap membantu aparat apabila demo besok menjadi rusuh kembali. Kami warga Tanjung Priuk siap pasang badan untuk membantu TNI-Polri untuk mengatasi pendemo atas keputusan MK pada tanggal 28 juni yang akan datang kalau kembali rusuh, kami siap untuk menjaga NKR,” tuturnya.

Para tersangka yang diketahui diplot sebagai eksekutor pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei mengaku mendapatkan perintah dari Kivlan Zen untuk melakukan aksinya.
Hal tersebut diakui dua tersangka berinisial HK dan TJ yang rekaman videonya ditayangkan dalam jumpa pers di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

“Saya dapat perintah dari Kivlan Zen untuk menjadi eksekutor penembakan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, dan Goris Mere. Senjata api saya dapat dari Iwan (HR),” demikian pengakuan TJ yang rekamannya diputar dalam jumpa pers tersebut.

Pengakuan serupa disampaikan HK alias Iwan yang diamankan polisi pada 21 Mei lalu. HK menuturkan pada Maret lalu dirinya dihubungi untuk datang ke Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Saya diberi uang Rp150 juta untuk beli senjata laras pendek dua pucuk dan laras pendek. Uang dalam bentuk dolar Singapura,” ujar HK. (awr)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *