Transparan  News
11 September 2018

Disewakan Per Jam, Pajak Hotel Berpotensi Raib

Saut Manullang

TransparanNews, JAKARTA – Maraknya fasilitas penyedia jasa penginapan/ peristirahatan dengan dipungut bayaran, yang mencakup motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan, dan sejenisnya, serta dengan kemudahan sewa hitungan perjam akan berpotensi hilangnya retribusi pajak.

Pungutan atau sewa atas pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran hitungan jam ini akan sulit terkontrol oleh pemerintah. Dan pihak pengelola pada umumnya hanya melaporkan satu kali penyewaan. Sementara dalam waktu satu hari (24 Jam) untuk satu unit kamar bisa disewakan pengelola 4-6 kali dengan harga sewa Rp.250.000-Rp.300.000,- (tergantung fasilitas ruangan kamar).

Atas kemudahan dan layanan sewa kamar yang diberikan per jam tersebut, bukan hanya potensi pajak yang hilang, namun hal ini juga kerap dimanfaatkan para pasangan selingkuh yang ingin memadu kasih. 

Seperti diutarakan sumber, Herman (bukan nama sebenarnya), warga Tanjung Priuk kepada transparannews.com,  salah satunya tempat penginapan yang dapat disewa perjam ada dibilangan Sunter dan kerap digunakan pasangan pria dan wanita. 

“Para pasangan yang sering masuk ke hotel tersebut, rata-rata hanya menghabiskan waktu antara 2-3 jam, dan kebanyakan datangnya naik mobil dan berpenampilan rapi (kantoran),” ungkap Herman.

Lanjutnya menceritakan, salah satu contoh yang terjadi pada 07 September 2018 sekitar Jam 15 Wib, dimana Mobil Toyota Etios B 11xx TYX warna putih keluar dari hotel tersebut (didalamnya sepasang pria dan wanita) menuju Mall of Indonesia (MoI) Kelapa Gading.

“Setibanya di MoI, yang wanita turun menuju mobil Fortuner warna hitam B 16xx UJJ yang diparkir, kemudian kedua mobil beriringan menuju Jln Boulevard Timur dan mampir di salah satu warung soto. Usai makan keduanya meninggalkan warung soto lalu berpisah,” tuturnya.

Katanya, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, pria dan wanita tersebut diduga kuat adalah pasangan selingkuh, karena wanita yang berinisial RD sudah memiliki suami (N). Sementara pria pasangannya keluar dari hotel adalah berinisial HH.

“Melihat perjalanan kedua pasangan itu, sangat kuat dugaan mereka adalah pasangan selingkuh. Dan anehnya pria dan wanitanya sama-sama berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi milik pemerintah,” ungkap sumber. (Bersambung-Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *