Transparan  News
12 Januari 2018

KPU dan Panwaslih Labuhan Batu Kordinasi Dengan Polres Jelang Pilgub Sumut 2018

Saut Manullang

TransparanNews, LABUHANBATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu dan Panitia Pengawas Pemilih (PANWASLIH) Sekabupaten Labuhanbatu Raya temu ramah dengan Kapolres Beserta pejabat Utama Polres Labuhanbatu bertempat di Gedung Olah Raga jalan M.H.Thamrin No.7 Kelurahan kota, kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu terkait Pemilihan Gubernur Sumatra Utara Tahun 2018 Kamis (11/1/2018).

Kapolres Labuhanbatu AKBP.Frido S itumorang.SH.SIK dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan Masukan dari Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu bahwa pihaknya secepatnya akan membentuk Gakkumdu terkait Pilgubsu dikarenakan dikalangan masyarakat sudah sangan ricuh dengan panasnya persaingan para calon Gubernur Sumatera Utara.

Kapolres berharap KPU Labuhanbatu agar berkoordinasi dengan KPU di Kab.Lain untuk memastikan jumlah DPT guna mengantisipasi pemilih ganda, kita harapkan nantinya proses Pilgubsu di Kab.Labuhanbatu Raya berjalan dengan baik dan lancar, terangnya.

Ketua KPU Labuhanbatu Hj.Ira Wirtati ,S.Ag,M.Pd.mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polres Labuhanbatu “Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum dalam menghadapi Pemilihan Gubenur Sumatra Utara tahun 2018 dan Pemilu Kada Serentak di Tahun 2018, beberapa tahapan yang akan dilaksanakan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Labuhanbatu baik sudah belangsung maupun yang akan berlangsung.

Ira juga mengatakan Saat Ini pihaknya sudah menerima DP4 dari KPU RI melalui sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dan Tangal 20Januari akan dilaksanakan pemutakhiran data pemilih/Coklit dan Untuk Jumlah TPS di Kabupaten Labuhanbatu Sebanyak 1001 TPS, sementara Regulasi baru, Pemilih harus memiliki E-KTP sesuai dengan tempat/wilayah pemilihan.

Untuk Logistik sudah ada, dan sementara Lokasi TPS ditempatkan lokasi akan mengambil tempat-tempat yang strategis, lokasi tersebut nantinya tidak terkena banjir dan Aman.

Ketua (Panwaslih) Kabupaten Labuhanbatu Utara Rudi Alpijar menyampaikan temuan pihaknya di lapangan ada indikasi potensi kerawanan pada pilkada serentak tahun 2018 seperti.

Manipulasi data pemilih oleh penyelenggara, money Politic, Penyalahgunaan wewenang mempengaruhi pemilih Aparatur Sipil Negara ( ASN) TNI dan Polri, melakukan pelanggaran Administrasi Pemilu, untuk itu pihaknya melakukan koordinasi dengan kepolisian jika menemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu seperti menggunakan fasilitas negara, melakukan Kampanye hitam / Hoaks, mengahasut dan memecah belah.

Kabag Ops Polres Labuhanbatu Kompol J anner Panjaitan,SH,MH mengatakan Pihak Penyelenggara hendaknya mensosialisasikan di tengah-tengah masyarat dalam hal larangan penggunaan fasilitas negara, Dalam melakukan pemetaan kerawanan KPU hendaknya melibatkan pers dan Polri.

Makmur, SE Ketua Panitia Pengawas Pemilih( PANWASLIH) Kabupaten Labuhanbatu Menanggapi pertanyaan Kanit I / Sospol Sat IK Polres Labuhanbatu, mengenai adanya permasalahan tapal batas yang ada di Desa.Sei Meranti Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang berbatasan dengan Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Seinembah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau,dan bagaimana Cara mengantisipasi Adanya pemilihan ganda,dan pencegahan Kampanye di tempat ibadah,dan keterlibatan ASN TNI Polri ?.

Makmur Munthe, SE “Sosialisasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI/Polri,Pemilih Pemula telah dilaksanakan, terkait pelanggaran,Panwas akan menyurati komite ASN.Gakkumdu bisa memeriksa TNI,sementara TNI/Polri yang pensiun dan Pemilih Pemula kita akan lakukan pendataan” jelasnya

Makmur mengatakan terkait kampanye di tempat ibadah pihaknya akan melakukan soaialisasi larangan kegiatan kampanye dan pemasangan alat peraga Kampanye di rumah Ibadah.( Syaipul )

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *