Transparan  News
26 September 2017

Penerbit Telat Kirim Buku, Siswa Terpaksa Beli Diluar

Saut Manullang
TransparanNews,BEKASI – Sejumlah Orang Tua Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Bekasi mengeluh karena terbebani adanya pembelian buku paket akibat tidak tersedianya di Sekolah. Padahal, pembelian buku paket tersebut sudah dianggarkan masing-masing sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
Seperti di SMPN 41, siswa terpaksa beli dua jenis buku paket dari luar sekolah. Alasan sekolah, untuk dua jenis buku paket tersebut belum dikirimkan oleh penerbit sehingga disarankan kepada orang tua melalui siswa untuk membelinya.
 
Lain halnya di SMPN 16, dimana siswa harus membeli sebanyak enam jenis buku paket. Hal itu diutarakan salah satu orang tua siswa, Marino kepada TransparanNews, Senin, (25/9) di depan gedung Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
 
“Saya kanget mendengar permintaan anak saya, dari sekolah katanya disarankan beli buku paket sebanyak enam jenis. Dan untuk saat ini, saya baru penuhi sebanyak tiga buku paket, masalah mahal,“ ungkapnya 
 
Menanggapi hal itu, Munajam, Kepala SMPN 41 mengatakan, bahwa tidak ada pembebanan murid untuk beli buku paket, karena sudah dipesan ke penerbit. Hanya saja belum sampai semuanya pesanan ke sekolah
 
 
“Tidak ada pembebanan murid untuk beli buku. Buku sudah dipesan ke penerbit cuma sampai sekarang belum semuanya turun ke sekolah. Tapi bukan berarti tidak ada buku paket anak anak, tidak bisa  belajar pak, justru situasi ini guru dituntut untuk lebih kreatif dan anak2 sudah diberikan catatan2 materi intinya,“ ucapnya kepada TransparanNews.
 
Lebih jauh disampaikan Kepala Sekolah, saat ini sekolah masih menunggu beberapa hari kedepan. Karena sekolah sudah memesan via Online dan sebahagian sudah sampai dan yang sebahagian lagi belum sampai dikarenakan harus antri.
 
“Kami menunggu beberapa hari ke depan pak dari penerbit. Sekolah yg pesan via on line itu dipesan oleh kepsek sebelum saya pak dan sebagian bukunya sdh dikirim, tapi masih ada yang belum sebab ngantri,“ ujarnya.
 
Sementara Sekretaris Dinas, Inayatullah, saat ditemui TransparanNews menanggapi hal itu mengatakan, tidak masalah kalau sekolah mereferensikan kepada siswa untuk beli buku paket.
 
“Tidak masalah lah kalau sekolah mereferensikan siswa beli buku paket. Itu tidak ada salahnya, untuk lebih jelas, kamu tanyakan saja ke Kabid Dikdas,“ katanya. Soe

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *