Transparan  News
5 Oktober 2018

Penipuan Berkedok Proyek CSR Kementerian PU dan Sosial Berkeliaran

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Penipuan berkedok proyek CSR (Corporate Social Responsibility) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Sosial berkeliaran dan sudah banyak korbannya.

“Penipuan ini diduga dilakukan oleh Ferry cs dan
Ir Alfa Guntarra yang mengaku karyawan PT Waskita. Modusnya mereka melaksanakan aksi di Wiki-wiki Work Cawang untuk meyakinkan para korbannya,” ungkap Jumanter, SH, Kuasa Hukum salah satu Perusahaan yang bergerak dibidang Kontraktor.

Praktisi hukum ini menjelaskan, kepada transparannews, Jumat, (5/10), mereka (Ferry cs dan Alfa) menipu berkedok memberikan proyek CSR dari Kementerian PU dan Kementerian Sosial dan meminta sejumlah uang kepada korban untuk membeli dokumen.

“Untuk dokumen satu lokasi kegiatan proyek diminta sebesar Rp.2 Juta. Jadi mereka menjanjikan untuk satu perusahaan bisa
mendapatkan lima lokasi pekerjaan dan meminta uang Rp.10 juta setiap satu perusahaan,” jelas Jumanter, SH.

Katanya, adapun yang menjadi korban penipuan berkedok CSR adalah Christine, Agus Rahman, PT Lestari Siboan Tua, PT Lestari Nauli Jaya.

“Dari para korban tersebut, Ferry cs dan Alfa sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp.40 Juta. Semua dilengkapi dengan tanda terima,” tuturnya.

Dugaan penipuan yang dilakukan Ferry cs dan Alfa terungkap saat korban Christina Tobing dan Agus menanyakan kelanjutan proyek tersebut kepada Ferry, namun Ferry melempar dan menyuruh menemui Alfa Guntarra
yang mengaku sebagai Karyawan PT Waskita.

“Tetapi setalah menemui Alfa, Alfa malah mengarahkan untuk menemui Ino Tobing bagian CSR, tetapi ketika dikonfirmasi ke Ino Tobing, ternyata tidak benar yang dikatakan Alfa
guntarra, bahwa proyek CSR tersebut tidak pernah ada,” tuturnya.

Harapannya, agar masyarakat khususnya pelaku usaha (kontraktor) berhati hati kalau ketemu orang-orang tersebut.

“Dan kalau ketemu tangkap dan serahkan ke
pos polisi terdekat karna semua bukti ada sama kami berupa visual video saat Alfa Guntarra menjelaskan alur proyeknya,” ujar praktisi hukum ini. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *