Transparan  News
27 Mei 2018

Polres Metro Bekasi Kota Bentuk Satgas Anti Hoax

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota membentuk satuan tugas (satgas) antihoax atau kabar palsu. Pembentukan satgas ini dilatarbelakangi oleh beredarnya surat yang mengatasnamakan sejumlah gereja untuk membela salah satu pasangan calon wali kota Bekasi.

“Satgas khusus sudah kita terjunkan (Jumat 25/5) tadi malam dengan dibantu Polda Metro Jaya, dan sampai saat ini mereka belum pulang. Mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto di kantornya, Jalan Pramuka Nomor 9, Bekasi Selatan, Sabtu (26/5/2018).

Kapolres  menyatakan, surat tersebut merupakan kabar palsu alias hoaks. “Berita itu tidak benar dan jelas bermaksud memecah belah bangsa, khususnya mengacaukan kedamaian Kota Bekasi jelang Pilkada,” katanya.

Kapolres menegaskan, polisi bakal menjerat pelaku dengan hukuman yang maksimal, sebab penyebaran surat edaran tersebut bisa memecah belah bangsa. “Saya imbau kepada masyarakat kalau melihat berita, tolong dicermati pakai logika apakah berita itu benar atau tidak,” ujarnya.

Kapolres mengingatkan, masyarakat harus bijaksana setiap menggunakan media sosial ataupun mengemukakan pendapatnya. Jangan sampai, pernyataannya bisa menimbulkan kegaduhan karena bisa berujung pada ranah pidana yakni ujaran kebencian atau UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah mendukung upaya polisi dalam membentuk satgas guna menangkap pelaku penyebaran kabar palsu itu. Menurut dia, pemerintah bersama aparat telah sepakat untuk menjaga kondusivitas Kota Bekasi menjelang Pilkada nanti.

“Apapun yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini, kami bertekad tetap menjaga keutuhan Kota Bekasi agar tidak terpengaruh dari berita-berita yang tidak benar,” ujar Ruddy.

Pemuka agama Kristen dan Katolik di Kota Bekasi juga buka suara adanya surat yang menyeret namanya.

Surat tersebut meresahkan masyarakat karena terkesan memprovokasi warga bagi pihak yang menyudutkan salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Ketua Paroki Dekenat Kota Bekasi, Romo Yustinus Kesaryanto membantah pihaknya telah melakukan pertemuan untuk membuat surat pernyataan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Sebagai lembaga keumatan, kata dia, gereja Kristen dan Katolik untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

“Kami memiliki aturan yang jelas untuk tidak terlibat dalam politik praktis,” kata Kesaryanto pada Sabtu (26/5/2018).

Kesaryanto juga menyayangkan, pencatutan lembaga keumatan Kristen dan Katolik yang menjadi surat edaran tersebut. Meski demikian, dia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan damai menjelang pesta demokrasi pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Mari kita bangun kedamaian dan rajut kebersamaan serta jaga persatuan,” ujar Kesaryanto.

Sementara itu, pemuka agama Kristen Kota Bekasi, Pendeta Aris Budianto menegaskan tidak ada forum atau organisasi seperti yang tercantum dalam kepala surat kaleng itu. Dia juga menyatakan, isi dari surat soal ajakan untuk memilih salah satu paslon merupakan hal yang tidak benar.

“Kami umat Kristen dan Katolik selalu menjalin hubungan baik dengan semua tokoh dan pemuka agama di Kota Bekasi,” kata Aris. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *